<p>KRONOLOGI LAPORAN KEJADIAN<br/><br/>PENAHANAN KARTU INDONESIA PINTAR (KIP)<br/><br/>SDN KALITAPEN 2, KECAMATAN TAPEN, KABUPATEN BONDOWOSO<br/><br/>I. IDENTITAS SEKOLAH<br/><br/>Nama Sekolah : SDN Kalitapen 2<br/>Kecamatan : Tapen<br/>Kabupaten : Bondowoso<br/>Provinsi : Jawa Timur<br/><br/>II. URAIAN KEJADIAN<br/><br/>Telah terjadi dugaan penahanan Kartu Indonesia Pintar (KIP) milik peserta didik oleh pihak SDN Kalitapen 2, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso.<br/><br/>Kartu Indonesia Pintar (KIP) merupakan kartu yang berkaitan dengan Program Indonesia Pintar (PIP) dan pada prinsipnya merupakan hak serta dokumen yang melekat pada peserta didik penerima manfaat.<br/><br/>Adapun kronologi kejadian adalah sebagai berikut:<br/><br/>1. Peserta didik diketahui sebagai penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) dan memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP).<br/><br/>2. Kartu KIP peserta didik kemudian berada atau disimpan di pihak sekolah dan tidak langsung diserahkan kepada peserta didik/orang tua/wali yang bersangkutan.<br/><br/>3. Orang tua/wali peserta didik kemudian berupaya meminta atau mengambil kembali kartu KIP tersebut kepada pihak sekolah.<br/><br/>4. Dalam proses permintaan pengembalian kartu, orang tua/wali mendapatkan informasi bahwa kartu KIP masih ditahan/disimpan oleh pihak sekolah.<br/><br/>5. Kondisi tersebut menimbulkan keberatan dari orang tua/wali karena kartu tersebut merupakan dokumen yang berkaitan dengan hak peserta didik sebagai penerima Program Indonesia Pintar.<br/><br/>6. Orang tua/wali kemudian menyampaikan persoalan tersebut untuk mendapatkan kejelasan mengenai alasan kartu KIP ditahan oleh pihak sekolah serta meminta agar kartu segera dikembalikan kepada peserta didik/orang tua/wali.<br/><br/>7. Atas kejadian tersebut, diperlukan klarifikasi dari pihak SDN Kalitapen 2 mengenai dasar, alasan, serta tujuan penyimpanan/penahanan kartu KIP tersebut.<br/><br/>III. DAMPAK KEJADIAN<br/><br/>Penahanan kartu KIP tersebut berpotensi menimbulkan keresahan bagi peserta didik dan orang tua/wali serta dapat menghambat akses pemilik kartu terhadap dokumen yang berkaitan dengan Program Indonesia Pintar.<br/><br/>IV. TINDAK LANJUT YANG DIHARAPKAN<br/><br/>Sehubungan dengan kejadian tersebut, diharapkan:<br/><br/>1. Pihak SDN Kalitapen 2 memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai alasan dan dasar penahanan/penyimpanan kartu KIP.<br/>2. Kartu KIP segera dikembalikan kepada peserta didik atau orang tua/wali yang berhak.<br/>3. Apabila terdapat ketentuan atau prosedur tertentu mengenai penyimpanan kartu KIP oleh sekolah, agar disampaikan dasar dan ketentuannya secara jelas kepada orang tua/wali.<br/>4. Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso diharapkan melakukan pembinaan dan klarifikasi terhadap pihak sekolah agar kejadian serupa tidak terulang.<br/>5. Hak peserta didik penerima Program Indonesia Pintar agar tetap terjamin dan tidak mengalami hambatan dalam proses pencairan maupun pemanfaatan bantuan.<br/><br/>V. PENUTUP<br/><br/>Demikian kronologi laporan kejadian ini dibuat berdasarkan informasi dan kejadian yang disampaikan oleh pihak yang bersangkutan, untuk menjadi bahan klarifikasi, pemeriksaan, dan tindak lanjut dari pihak yang berwenang.<br/><br/>Bondowoso, 7 September 2026<br/></p>
| Substansi |
Penahanan Kartu Indonesia Pintar SDN Kalitapen 2 Kec Tapen |
| Waktu Kejadian |
2026-09-07 11:42:00 WIB |
| VIA |
kandamobile |
| Status |
DIKERJAKAN |